Rabu, 10 April 2013


Kepemimpinan Khulafaurrasyidin


A.    Abu Bakar Ash-Sidiq ( 11-13 H/632-634 M )
a.      Abu Bakar Ash-Sidiq diangkat menjadi Khulafaurrasyidin.
Tidak ada musibah yang paling besar bagi kaum muslimin kecuali setelah Rasulallah SAW wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 11 M. Namun Abu Bakar Ash-Sidiq menyampaikan pidatonya yang terkenal : “ Wahai sekalian manusia, barang siapa yang menyembah Muhammad maka sesungguhnya ia telah wafat. Tetapi, barang siapa yang menyembah Allah SWT sesungguhnya Dia Maha Hidup dan tidak akan mati”. Segera mereka mendapat hidayah kembali, dan mereka dapat melihat siapa yang layak menggantikan Rasulullah SAW.
Setelah melakukan musyawarah akhirnya Abu Bakar Ash-Sidiq yang layak menggantikan Rasulullah SAW menjadi pemimpin umat islam. Baiat secara umum dilaksanakan di masjid Nabi yang dipimpin oleh Umar Bin Khatab.
b.      Prestasi-prestasi Khalifah Abu Bakar Ash-Sidiq,
1.      Menyebarkan agama islam ke Syam.
2.      Memerangi kaum murtad.
3.      Menaklukkan Persia.
4.      Kodifikasi ( pengumpulan dan penulisan ) Al  Qur’an

B.     Khalifah Umar Bin Khatab ( 13 – 23 H/ 634 – 644 )
a.      Umar Bin Khatab menjadi Khalifah.
Pengangkatan Umar Bin Khatab menjadi Khalifah atas usulan dari Abu Bakar Ash-Sidiq sendiri menjelang beliau wafat karena kedudukannya ditengah masyarakat. Kaum muslimin menyetujui hal itu, dan mereka memandang waktu itu adalah Umar Bin Khatab yang layak untuk menjadi Pengganti Abu Bakar Ash-Sidiq.
Setelah Abu Bakar wafat pada bulan Jumadilakhir tahun 13 H, kaum muslimin serentak membaiat Umar menjadi Khalifah. Maka semenjak itulah resmilah beliau menjadi Khalifah kedua.
b.      Prestasi-prestasi Khalifah Umar Bin Khatab.
1.      Membentuk pemerintahan yang adil, berwibawa dan disegani.
2.      Memperluas kekuasaan Islam di asia dan afrika serta runtuhnya imperium Persia dan romawi.
3.      Membangun kota Basrah ( 16 H/ 636 M ).
4.      Membangun kota fusthat sebagai ibu kota mesir ( 21 H/642 M ).
5.      Membangun masjid Amr Bin Ash.
6.      Menetapkan kalender Islam.
Dan Khalifah Umar Bin Khatab pada ( 24 H/643 M ) karena dibunuh oleh Abu Lu’lu dari Persia yang menolak membayar pajak, padahal dia adalah orang kaya Raya.
C.    Khalifah Usman bin Affan ( 23 -35 H/ 644 – 656 M )
a.      Usman bin Affan menjadi Khalifah.
Sebelum Khalifah Umar ra wafat mmerintahkan dibentuk majelis syura ( Dewan permusyawaratan ) yang beranggotakan 6 orang. Mereka adalah Ali bin Abi Tholib, Usman bin Affan, Sa’ad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Zubair Bin Awwam, dan Talhah bin Ubaidillah. Tugas tim ini adalah menetukan orang yang layak menjabat Khalifah jika dirinya sudah tiada.
Setelah Khalifah Umar ra wafat, terjadilah perdebatan yang cukup a lot dan akhirnya penentuan khalifah dilakukan melalui fotting. Suara kaum muslimin terbagi menjadi 2 untuk Ali bin Abi Thalib dan Usman Bin Affan. Namun Ali bin Abi Thalib , Sa’ad dan Zubair memilih Usman bin Affan sebagai kholifah ke-3 pengganti Umar bin Khatab. Maka dibaiatlah Usman bin Affan sebagai Khalifah ke-3. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 24 H/644 M.
b.      Prestasi-prestasi Usman bin Affan.
1.      Menuntaskan penaklukan di syam.
2.      Membangun armada laut.
3.      Mempertahankan dan memperluas daerah penaklukan islam.
4.      Menyempurnakan kodifikasi Al Qur’an dan menyatukan perbedaan dalam pelafalan bacaan Al Qur’an.

Khalifah Ustman bin Affan wafat pada 35 H/ 655 M.  di usianya 82 karena terbunuh dalam keadaan baca Al Qur’an. Dan kejadian pembunuhan pada Khalifah Ustman bin Affan mengawali fitnah kubra atau bencan besar bagi kaum muslimin, sebab peristiwa tersebut memunculkan masalah-masalah yang lain yang berkepanjangan dan merugikan kaum muslimin.
D.    Khalifah Ali bin Abi Thalib ( 35 – 40 H/ 656 – 661 M ).
a.      Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah.
Setelah wafatnya Ustman bin Affan, kaum muslimin menjadi kesulitan mencari Kalifah pengganti Khalifah Ustman ra. Tokoh-tokoh yang dianggap layak seperti Ali bin Abi Thalib, Abdulloh bin Umar, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Zubair bin Awwam menolak menjadi Khalifah. Maka dari itu di madinah diadaka diskusi antara tokoh kaum muslimin dalam menunjuk Khalifah yang baru. Dari diskusi tersebut tetap gak ada orang yang pantas menduduki ke Khalifahan saat itu selain Ali bin Abi Thalib, karena selain putra paman Nabi beliau juga pemuda yang masuk Islam pertama kali dan banyak membantu perjuangan Nabi SAW. Dan mayoritas dari semua yang hadir memilihnya dan  membaiatnya sebagai Khalifah ke – 4setelah Ustman bin Affan.
b.      Prestasi-prestasi Khalifah Ali bin Abi Thalib.
1.      Membersihkan para pejabat yang korup.
2.      Memadamkan pemberontakan-pemberontakan di kalangan umat islam.

E.     Ibrah dari prestasi-prestasi yang dicapai oleh Khulafaurrasyidin .
Beliau semua telah membuktikan pengabdiannya yang mulia kepada umat dan agama islam. Mereka memerintah dengan penuh rasa tanggung jawab ( amanah ), tegas, demokratis, kharismatik, dan selalu disertai dengan mengedepankan kepentingan umat dan agama dari pada kepentingan pribadi.
Khulafaurrasyidin telah berhasil menyelamatkan islam, mengonsolidasikan, dan meletakkan dasar-dasar kehidupan bagi agama islam dan umatnya. Menjadi motivasi bagi para pemimpin selanjutnya untuk meningkatkan kemajuan peradapan umat islam dalam berbagai bidang. Baik prestasi maupun apa saja yang sudah diraih pada masa Khulafaurrasyidin.
Untuk pemimpin islam masa kini dan yang akan datang, sebenarnya banyak ibrah yang dapat kita ambil dalam menyejahterakan dan memajukan masyarakat. Itu sangat kelihatan dari sikap mereka mencurahkan kemampuan dan perhatiannya  kepada kemajuan masyarakat yang dipimpin. Ia tidak akan mementingkan diri sendiri dan keluarganya, tetapi memintingkan kemajuan masyarakat luas ( bangsa dan Negara ). Diatas kepentingannya pribadi dan keluarganya.

F.     Meneladani gaya hidup Khulafaurrasyidin
Khulafaaurrasyidin bukan berasal dari orang tak mampu, tetapi mereka adalah orang-orang yang pandai berdagang dan mampu mengumpulkan karunia Allah SWT ( keuntungan ) yang melimpah dari usahanya tersebut. Ketika Rasulallah masih hidup, tidak sedikit emas, perak, uang, dan bahan makanan yang disumbangkan untuk kepentingan agama.
Di samping dermawan, Khulafaurrasyidin terkenal dengan kesederhanaannya. Baik dalam berpakaian yang mereka kenakan, makanan yang mereka konsumsi, rumah atau tempat tinggal mereka, keadaaannya sama dengan rakyat biasa.
Dalam menegakkan kebenaran, mereka dikenal sebagai orang-orang tegas dan berani. Mereka berani berkorban nyawa demi menegakkan kebenaran. Setelah kita mempelajari gaya kepemimpinannya Khulafaurrasyidin dan sebagian prestasi-prestasi yang mereka raih, kita dapat mengambil ibrah untuk kita teladani dalam kehidupan sehari- hari. Di antaranya :
1.      Memiliki tanggung jawab tinggi dalam menyebarkan dan membela agama Allah SWT.
2.      Memiliki kesetiaan dan kecintaan terhadap rasulallah SAW dan ajarannya.
3.      Mendahulukan kepentingan agama dan rakyat.
4.      Memiliki sikap berani dan tegas dalam membela kebenaran.
5.      Tidak menyalah gunakan wewenang/ jabatan.


Kesimpulan
Khulafaurrasyidin berarrti pemimpin-pemimpin yang mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Mereka adalah Abu Bakar Ash-Sidiq, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib yang melanjutkan kepemimpinan dunia islam setelah Rasulallah SAW wafat.
Khulafaurrasyidin memegang tumpu kepemimpinan umat islam selam kurang lebih 29 tahun antara tahun 11- 41 H. Di zaman Khalifah Abu bakar Ash-Sidiq muncul golongan / kaum murtad yang dipimpin oleh Musailamah Al Kazzab yang enggan membayar zakat dan mengaku sebagai Nabi. Kaum tersebut dapat ditumpas.
Puncak kejayaan kaum muslimin di zaman Khalifah  Umar bin Khatab. Pada masanya benteng romawi dan Persia dapat dikalahkan, rahmat  islam disebarkan untuk membebaskan kaum tertindas akibat penguasa-penguasa yang dzalim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar